archive.celunk.com - List of Archived Articles from Client | http://archive.celunk.com/

http://archive.celunk.com/ 2017-10-23 05:12:33 http://archive.celunk.com/ 2017-10-23 05:12:33 http://archive.celunk.com/ 2017-10-23 05:12:33 http://archive.celunk.com/ 2017-10-23 05:12:33 http://archive.celunk.com/ 2017-10-23 05:12:33 http://archive.celunk.com/ 2017-10-23 05:12:33 http://archive.celunk.com/ 2017-10-23 05:12:33

Kota Bima Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Bima beralih ke halaman ini. Untuk Kabupaten yang bernama-sama, lihat pula Kabupaten Bima. Untuk kegunaan lain dari Bima, lihat Bima (disambiguasi). Kota Bima Kota-bima.jpg Logo resmi Kota Bima Logo Letak Kota Bima di Nusa Tenggara Barat Letak Kota Bima di Nusa Tenggara Barat Kota Bima berlokasi di Indonesia Kota BimaKota BimaLetak Kota Bima di Indonesia Koordinat: 8°22′28,42″LU 118°44′5,07″BT Negara Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat Hari jadi 10 April 2002 Pemerintahan • Walikota M. Qurais. H. Abidin Luas • Total 222.25 km2 (85.81 sq mi) Populasi (2010) • Total 142.443 • Kepadatan Formatting error: invalid input when rounding/km2 (Formatting error: invalid input when rounding/sq mi) Zona waktu WIT (UTC+8) Situs web [1] Bima adalah sebuah kota otonom yang terletak di Pulau Sumbawa bagian timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Geografi Secara geografis Kota Bima terletak di bagian timur Pulau Sumbawa pada posisi 118°41'00"-118°48'00" Bujur Timur dan 8°20'00"-8°30'00" Lintang Selatan. Tingkat curah hujan rata-rata 132,58 mm dengan hari hujan: rata-rata 10.08 hari/bulan. Sementara matahari bersinar terik sepanjang musim dengan rata-rata intensitas penyinaran rata-rata 21 °C sampai 30,8 °C. suhu tertinggi terjadi pada Bulan Oktober dengan suhu berkisar 37.2 °C sampai 38 °C. hal ini menyebabkan Bima ditetapkan sebagai kota terpanas di Indonesia pada tahun 2014. Kota Bima memiliki areal tanah berupa: persawahan seluas 1.923 hektare (94,90% merupakan sawah irigasi), hutan seluas 13.154 ha, tegalan dan kebun seluas 3.632 ha, ladang dan huma seluas 1.225 ha dan wilayah pesisir pantai sepanjang 26 km. Secara umum kondisi tanah di Kota Bima didominasi oleh gunung batu, hal ini menyebabkan rata-rata masyarakatnya bertani dengan menanam jagung dan tanaman keras lainnya. Batas wilayah Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:[1] Utara Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima Selatan Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima Barat Teluk Bima Timur Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima Sejarah Bima atau yang disebut juga dengan Dana Mbojo telah mengalami perjalanan panjang dan jauh mengakar ke dalam Sejarah. Menurut Legenda sebagaimana termaktub dalam Kitab BO (Naskah Kuno Kerajaan dan Kesultanan Bima), kedatangan salah seorang musafir dan bangsawan Jawa bergelar Sang Bima di Pulau Satonda merupakan cikal bakal keturunan Raja-Raja Bima dan menjadi permulaan masa pembabakan Zaman pra sejarah di tanah ini. Pada masa itu, wilayah Bima terbagi dalam kekuasaan pimpinan wilayah yang disebut Ncuhi. Nama para Ncuhi terilhami dari nama wilayah atau gugusan pegunungan yang dikuasainya. Ada lima orang ncuhi yang tergabung dalam sebuah Federasi Ncuhi yaitu, Ncuhi Dara yang menguasai wilayah Bima bagian tengah atau di pusat Pemerintah. Ncuhi Parewa menguasai wilayah Bima bagian selatan, Ncuhi Padolo menguasai wilayah Bima bagian Barat, Ncuhi Banggapupa menguasai wilayah Bima bagian Timur, dan Ncuhi Dorowuni menguasai wilayah Utara. Federasi tersebut sepakat mengangkat Sang Bima sebagai pemimpin. Secara De Jure, Sang Bima menerima pengangkatan tersebut, tetapi secara de Facto ia menyerahkan kembali kekuasaannya kepada Ncuhi Dara untuk memerintah atas namanya. Pada perkembangan selanjutnya, putera Sang Bima yang bernama Indra Zamrud dan Indra Komala datang ke tanah Bima. Indra Zamrut lah yang menjadi Raja Bima pertama. Sejak saat itu Bima memasuki Zaman kerajaan. Pada perkembangan selanjutnya menjadi sebuah kerajaan besar yang sangat berpengaruh dalam percaturan sejarah dan budaya Nusantara. Secara turun temurun memerintah sebanyak 16 orang raja hingga akhir abad 16. Fajar islam bersinar terang di seluruh Persada Nusantara antara abad 16 hingga 17 Masehi. Pengaruhnya sagat luas hingga mencakar tanah Bima. Tanggal 5 Juli 1640 Masehi menjadi saksi dan tonggak sejarah peralihan sistem pemerintahan dari kerajaan kepada kesultanan. Ditandai dengan dinobatkannya Putera Mahkota La Ka’i yang bergelar Rumata Ma Bata Wadu menjadi Sultan Pertama dan berganti nama menjadi Sultan Abdul Kahir (kuburannya di bukit Dana Taraha sekarang). Sejak saat itu Bima memasuki peradaban kesultanan dan memerintah pula 15 orang sultan secara turun menurun hingga tahun 1951. Masa kesultanan berlangsung lebih dari tiga abad lamanya. Sebagaimana ombak dilautan, kadang pasang dan kadang pula surut. Masa-masa kesultanan mengalami pasang dan surut disebabkan pengaruh imperialisme dan kolonialisme yang ada di Bumi Nusantara. Pada tahun 1951 tepat setelah wafatnya sultan ke-14 yaitu sultan Muhammad Salahudin, Bima memasuki Zaman kemerdekaan dan status Kesultanan Bima pun berganti dengan pembentukan Daerah Swapraja dan swatantra yang selanjutnya berubah menjadi daerah Kabupaten. Pada tahun 2002 wajah Bima kembali di mekarkan sesuai amanat Undang-undang Nomor 13 tahun 2002 melaui pembentukan wilayah Kota Bima. Hingga sekarang daerah yang terhampar di ujung timur pulau sumbawa ini terbagi dalam dua wilayah administrasi dan politik yaitu Pemerintah kota Bima dan Kabupaten Bima. Kota Bima saat ini telah memliki 5 kecamatan dan 38 kelurahan dengan luas wilayah 437.465 Ha dan jumlah penduduk 419.302 jiwa dengan kepadatan rata-rata 96 jiwa/Km². Sebagai sebuah daerah yang baru terbentuk, Kota Bima memiliki karakteristik perkembangan wilayah yaitu: pembangunan infrastruktur yang cepat, perkembangan sosial budaya yang dinamis, dan pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi. Sudah 13 tahun ini Kota Bima dipimpin oleh seorang Walikota dengan peradaban Budaya Dou Mbojo yang sudah mengakar sejak jaman kerajaan hingga sekarang masih dapat terlihat dalam kehidupan masyarakat Kota Bima dalam kesehariannya. Baik sosial, Budaya dan Seni tradisional yang melekat pada kegiatan Upacara Adat, Prosesi Pernikahan, Khataman Qur’an, Khitanan dan lain-lain serta bukti-bukti sejarah Kerajaan dan Kesultanan masih juga dapat dilihat sebagai Situs, Kepurbakalaan dan bahkan menjadi Objek Daya Tarik Wisata yang ada di Kota Bima dan menjadi objek kunjungan bagi wisatawan lokal, nusantara bahkan mancanegara. Kependudukan Suku asli masyarakat Kota Bima adalah suku Bima atau dikenal dalam bahasa lokal nya “Dou Mbojo”. Salah satu ke-unikan Kota Bima adalah sebagian dari masyarakat nya juga berasal dari berbagai suku dan etnik di indonesia seperti; Jawa, Sunda, Timor, Flores, Bugis, Bajo, Madura, Sasak (Lombok), Bali, Minang dan Batak sehingga memberi warna tersendiri di dalam keseharian mereka di Kota Bima (suku-suku ini selalu memeriahkan upacara dan pawai pada hari-hari besar di Kota Bima) dengan hidup berdampingan secara rukun dan damai serta suasana kondusif. Jumlah penduduk Kota Bima berdasarkan data tahun 2000 tercatat sebesar 116.295 jiwa yang terdiri dari 57.108 jiwa (49%) penduduk laki-laki dan 59.187 jiwa (51%) penduduk perempuan. Sebaran penduduk kurang merata, konsentrasi penduduk berada di pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Penduduk terbanyak berada di Kelurahan Paruga, yaitu berjumlah 12.275 jiwa (11%) dan paling sedikit di Desa Kendo yang berjumlah 1.130 jiwa (1%). Selanjutnya berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, penduduk Kota Bima berjumlah 142.443 jiwa yang terdiri dari 69.8411 jiwa laki-laki dan 72.602 jiwa perempuan. Jumlah penduduk menurut kecamatan adalah sebagai berikut : Kecamatan Jumlah Penduduk Raba 34.756 jiwa Mpunda 32.531 jiwa Rasanae Barat 31.029 jiwa Asakota 27.931 jiwa Rasanae Timur 16.196 jiwa Tahun Jumlah penduduk 2000 116.295 2010 142.443 Sejarah kependudukan kota Bima Sumber: Mata pencaharian Komposisi penduduk Kota Bima berdasarkan mata pencaharian didominasi oleh petani/peternak dan jasa/pedagang/pemerintahan yang besarnya masing-masing 45,84% dan 45,05%. Jenis pekerjaan yang digeluti penduduk Kota Bima antara lain: petani 15.337 orang, nelayan 425 orang, peternak 13.489 orang, penggalian 435 orang, industri kecil 1.952 orang, industri besar/sedang 76 orang, perdagangan 1.401 orang, ABRI 304 orang, guru 1.567 orang dan PNS berjumlah 2.443 orang. Keagamaan Mayoritas penduduk Kota Bima memeluk agama Islam yaitu sekitar 97,38% dan selebihnya memeluk agama Kristen Protestan 0,89%, Kristen Katolik 0,62% dan Hindu/Budha sekitar 1,11%. Sarana peribadatan di Kota Bima terdiri dari Masjid sebanyak 51 unit, Langgar/Mushola 89 unit dan Pura/Vihara 3 unit. Sedangkan fasilitas sosial yang ada di Kota Bima meliputi Panti Sosial Jompo dan Panti Asuhan sebanyak 6 Panti yang tersebar di 3 kecamatan. Masyarakat Bima adalah masyarakat yang religius. Secara historis Bima dulu merupakan salah satu pusat perkembangan Islam di Nusantara yang di tandai oleh tegak kokohnya sebuah kesultanan, yaitu kesultanan Bima. Islam tidak saja bersifat elitis, hanya terdapat pada peraturan-peraturan formal-normatif serta pada segelintir orang saja melainkan juga populis, menjadi urat nadi dan darah daging masyarakat, artinya juga telah menjadi kultur masyarakat Bima. Pemerintahan Kota Bima sebagai pemerintah daerah dibentuk melalui Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2002. Perekonomian Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, berbagai peluang investasi cukup prospektif untuk dikembangkan di Kota Bima, antara lain di bidang: jasa, termasuk pengangkutan, kelistrikan dan telekomunikasi, perdagangan, agrobisnis/agroindustri, industri air minum kemasan, industri kecil dan kerajinan, pariwisata dan pendidikan Peluang tersebut didukung oleh ketersediaan sarana/prasarana yang cukup memadai seperti transportasi dan telekomunikasi, pasar dan pertokoan, maupun jasa perbankan. Di samping itu Pemerintah Kota Bima memberikan berbagai insentif bagi investor yang menanamkan modalnya berupa kemudahan perizinan dan penyediaan sarana pendukung. Pertanian dan perkebunan Berdasarkan pola penggunaan tanah, lahan sawah di Kota Bima mencapai 1.923 ha yang terdiri sawah irigasi seluas 1.825 ha dan sawah tadah hujan seluas 98 ha. Sedangkan tanah tegalan/kebun mencapai 3.623 ha, ladang/huma seluas 1.225 ha dan kawasan hutan negara seluas 9.421 ha. Komoditas andalan pertanian terdiri dari padi, jagung, kedelai dan kacang tanah. Sedangkan komoditas unggulan perkebunan meliputi: serikaya, kelapa, asam, kemiri, jambu mete, wijen dan kapuk. Hingga saat ini potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengembangan baru dilakukan oleh masyarakat setempat dengan skala usaha dan teknologi yang masih terbatas. Perikanan Kegiatan perikanan yang telah berkembang di Kota Bima adalah usaha budidaya di perairan laut, perairan air payau dan air tawar. Adapun komoditas yang dibudidayakan meliputi: bandeng, udang dan rumput laut. Peternakan Hingga saat ini jenis ternak yang telah dikembangkan oleh masyarakat setempat adalah: sapi, kerbau, kuda, kambing, ayam buras dan itik. Kota Bima sesungguhnya memiliki potensi peternakan yang cukup prospektif dengan ketersediaan lahan peternakan dan lahan pakan yang cukup luas. Kehutanan Kota Bima memiliki wilayah hutan seluas 13.154 ha yang memiliki kekayaan berbagai macam komoditas dan plasma nuftah. Komoditas yang cukup potensial terdiri dari kayu jati, sono keling dan kayu campuran. Industri dan Kerajinan Skala industri yang telah berkembang baik saat ini di Kota Bima meliputi industri Garam Rakyat (PD Budiono Madura), genteng pres, bata merah, batako, tenun tradisional, gerabah, meubel dan pembuatan tahu/tempe. Pertambangan Sebagai daerah perkotaan dengan wilayah yang tidak terlalu luas, Kota Bima memiliki potensi pertambangan yang terbatas. Jenis bahan tambang yang berhasil diidentifikasi terdiri dari andesit dan marmer dengan volume ± 517.738.375 m³.

http://archive.celunk.com/ List of Archived Articles from Client.zEAKaxDd3xxdxdW513gKxRxUNeqRpzKJ9Lu9eyCaqZdI71gywmDO93eMaU0POKzNwOn1HP2yK8cIziBQUFaTcEBcZbsjLMxd4F8 Client From Wikipedia in URL http://en.wikipedia.org/wiki/Client zEAKaxDd3xxdxdW513gKxRxUNeqRpzKJ9Lu9eyCaqZdI71gywmDO93eMaU0POKzNwOn1HP2yK8cIziBQUFaTcEBcZbsjLMxd4F8 Client(s) or The Client may refer to: Client (computing), hardware or software that accesses a remote service on another computer. Customer or client, a recipient of goods or services in return for monetary or other valuable considerations. Client, in the system of patronage in ancient Rome, an individual protected and sponsored by a patron. Client state, which is economically, politically, or militarily subordinate to another more powerful statezEAKaxDd3xxdxdW513gKxRxUNeqRpzKJ9Lu9eyCaqZdI71gywmDO93eMaU0POKzNwOn1HP2yK8cIziBQUFaTcEBcZbsjLMxd4F8

62905ff7ed53c09ee03a5f362f849125 http://if A to rename to date is2017-10-23rchive.celunk.com/ List of Archived Articles from Client.zEAKif A to rename to date is2017-10-23xDd3xxdxdW513gKxRxUNeqRpzKJ9Lu9eyCif A to rename to date is2017-10-23qZdI71gywmDO93eMif A to rename to date is2017-10-23U0POKzNwOn1HP2yK8cIziBQUFif A to rename to date is2017-10-23TcEBcZbsjLMxd4F8 Client From Wikipediif A to rename to date is2017-10-23 in URL http://en.wikipediif A to rename to date is2017-10-23.org/wiki/Client zEAKif A to rename to date is2017-10-23xDd3xxdxdW513gKxRxUNeqRpzKJ9Lu9eyCif A to rename to date is2017-10-23qZdI71gywmDO93eMif A to rename to date is2017-10-23U0POKzNwOn1HP2yK8cIziBQUFif A to rename to date is2017-10-23TcEBcZbsjLMxd4F8 Client(s) or The Client mif A to rename to date is2017-10-23y refer to: Client (computing), hif A to rename to date is2017-10-23rdwif A to rename to date is2017-10-23re or softwif A to rename to date is2017-10-23re thif A to rename to date is2017-10-23t if A to rename to date is2017-10-23ccesses if A to rename to date is2017-10-23 remote service on if A to rename to date is2017-10-23nother computer. Customer or client, if A to rename to date is2017-10-23 recipient of goods or services in return for monetif A to rename to date is2017-10-23ry or other vif A to rename to date is2017-10-23luif A to rename to date is2017-10-23ble considerif A to rename to date is2017-10-23tions. Client, in the system of pif A to rename to date is2017-10-23tronif A to rename to date is2017-10-23ge in if A to rename to date is2017-10-23ncient Rome, if A to rename to date is2017-10-23n individuif A to rename to date is2017-10-23l protected if A to rename to date is2017-10-23nd sponsored by if A to rename to date is2017-10-23 pif A to rename to date is2017-10-23tron. Client stif A to rename to date is2017-10-23te, which is economicif A to rename to date is2017-10-23lly, politicif A to rename to date is2017-10-23lly, or militif A to rename to date is2017-10-23rily subordinif A to rename to date is2017-10-23te to if A to rename to date is2017-10-23nother more powerful stif A to rename to date is2017-10-23tezEAKif A to rename to date is2017-10-23xDd3xxdxdW513gKxRxUNeqRpzKJ9Lu9eyCif A to rename to date is2017-10-23qZdI71gywmDO93eMif A to rename to date is2017-10-23U0POKzNwOn1HP2yK8cIziBQUFif A to rename to date is2017-10-23TcEBcZbsjLMxd4F8

aHR0cDovL2FyY2hpdmUuY2VsdW5rLmNvbS8gTGlzdCBvZiBBcmNoaXZlZCBBcnRpY2xlcyBmcm9tIENsaWVudC56RUFLYXhEZDN4eGR4ZFc1MTNnS3hSeFVOZXFScHpLSjlMdTlleUNhcVpkSTcxZ3l3bURPOTNlTWFVMFBPS3pOd09uMUhQMnlLOGNJemlCUVVGYVRjRUJjWmJzakxNeGQ0RjggQ2xpZW50IEZyb20gV2lraXBlZGlhIGluIFVSTCA8YSByZWw9J25vZm9sbG93JyBocmVmPSdodHRwOi8vZW4ud2lraXBlZGlhLm9yZy93aWtpL0NsaWVudCc+aHR0cDovL2VuLndpa2lwZWRpYS5vcmcvd2lraS9DbGllbnQ8L2E+IHpFQUtheERkM3h4ZHhkVzUxM2dLeFJ4VU5lcVJwektKOUx1OWV5Q2FxWmRJNzFneXdtRE85M2VNYVUwUE9Lek53T24xSFAyeUs4Y0l6aUJRVUZhVGNFQmNaYnNqTE14ZDRGOCBDbGllbnQocykgb3IgVGhlIENsaWVudCBtYXkgcmVmZXIgdG86IENsaWVudCAoY29tcHV0aW5nKSwgaGFyZHdhcmUgb3Igc29mdHdhcmUgdGhhdCBhY2Nlc3NlcyBhIHJlbW90ZSBzZXJ2aWNlIG9uIGFub3RoZXIgY29tcHV0ZXIuIEN1c3RvbWVyIG9yIGNsaWVudCwgYSByZWNpcGllbnQgb2YgZ29vZHMgb3Igc2VydmljZXMgaW4gcmV0dXJuIGZvciBtb25ldGFyeSBvciBvdGhlciB2YWx1YWJsZSBjb25zaWRlcmF0aW9ucy4gQ2xpZW50LCBpbiB0aGUgc3lzdGVtIG9mIHBhdHJvbmFnZSBpbiBhbmNpZW50IFJvbWUsIGFuIGluZGl2aWR1YWwgcHJvdGVjdGVkIGFuZCBzcG9uc29yZWQgYnkgYSBwYXRyb24uIENsaWVudCBzdGF0ZSwgd2hpY2ggaXMgZWNvbm9taWNhbGx5LCBwb2xpdGljYWxseSwgb3IgbWlsaXRhcmlseSBzdWJvcmRpbmF0ZSB0byBhbm90aGVyIG1vcmUgcG93ZXJmdWwgc3RhdGV6RUFLYXhEZDN4eGR4ZFc1MTNnS3hSeFVOZXFScHpLSjlMdTlleUNhcVpkSTcxZ3l3bURPOTNlTWFVMFBPS3pOd09uMUhQMnlLOGNJemlCUVVGYVRjRUJjWmJzakxNeGQ0Rjg=

Contact US archive.celunk.com:

Contact US archive.celunk.com is +62 8953 7923 4639

Link Post and Page archive.celunk.com:

File PDF archive.celunk.com:

Patner archive.celunk.com:

(c) 2016 - 2017 archive.celunk.com